Skip to main content

Alun-alun Jadi Pusat Tahun Baru

Alun-alun Jadi Pusat Tahun BaruBANYUMAS – Perayaan tahun baru di Kabupaten Banyumas dibagi ke enam titik, salah satunya di Alun-alun Banyumas dan pendopo Kecamatan Banyumas. Pembagian dilakukan untuk memecah keramaian dan mengurangi kemacetan di area Purwokerto.
Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Dra. Rustin Harwanti MSi mengatakan, Alun-alun Banyumas menjadi pusat keramaian di Banyumas selain di Alun-Alun Purwokerto, Andang Prangenan, Gor Satria, Balai Kemambang dan Baturraden. Kecamatan Banyumas juga merupakan sentra budaya. “Alun-alun Banyumas ramai,” katanya.
Sementara itu, sekretaris kecamatan Banyumas, Drs Agus Eko Budianto mengatakan, tahun baru, masyarakat cenderung mengejar keramaian, sehingga perayaan yang dilakukan di Alun-alun Banyumas dan Pendopo Kecamatan Banyumas bisa memecah konsentrasi masyarakat. “Dari Somagede, Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Susukan Banjarnegara juga bisa datang ke Alun-alun Banyumas, tidak semuanya pergi ke Purwokerto,” ujarnya.
Agus menambahkan, acara perhelatan tahun baru yang ada di Alun-alun Banyuamas bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Purwokerto. “Agar Purwokerto tidak terlalu ramai,” imbuhnya.
Karena tahun baru identik dengan keramaian, keamanan pun disiapkan, mulai dari Koramil, Polsek, Satpol PP Kecamatan, dan Para komunitas Pemuda. “Karena ramai, keamanan harus terjaga, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. (wah) 

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...