Skip to main content

Begini Cara Facebook Menentukan Trending Topic di News Feed

Ilustrasi Facebook (Liputan6.com/Sangaji)

Setiap hari, entah berapa banyak status yang diperbarui oleh orang-orang di lingkaran pertemanan Anda. Belum termasuk dari Fanpages yang Anda sukai. Perlu diketahui, tidak semua status atau pembaruan lainnya akan ditampilkan di news feed Facebook Anda.

Sekarang, pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana Facebook menentukan apa yang Anda lihat di news feed Anda?

Berkenaan dengan hal itu, sebenarnya situs jejaring sosial telah menyusun algoritma yang berbeda untuk itu.

Terlepas dari hal-hal, seperti di mana Anda tinggal dan Fanpages apa yang Anda sukai, secara sederhana ada dua hal yang memengaruhi apa saja hal-hal yang akan muncul di news feed. Kedua hal itu adalah topik yang sedang banyak disebutkan dan topik yang tiba-tiba terlihat mengalami peningkatan dalam penyebutan. Demikian seperti dikutip dari laman Firstpost, Kamis (27/08/2015).

Misalnya, penyanyi Justin Bieber sering disebutkan di Facebook. Jadi total volume penyebutannya selalu tinggi dan bukanlah merupakan indikator yang baik apakah ia merupakan bagian dari trending topic atau bukan. Sehingga, Facebook akan mencari puncak penyebutan yang berhubungan dengan pembahasan-pembahasan normal mengenai Bieber.

"Ini berarti bahwa hal-hal yang sedang ngetren tidak hanya orang atau topik yang paling banyak disebutkan, semua hal tersebut harus terikat dengan beberapa jenis kejadian yang relevan," tulis laporan itu.

Setelah sebuah topik diidentifikasikan sedang ngetren, topik itu disetujui oleh operator kontrol yang ditugaskan Facebook. Operator ini juga bertugas untuk menulis deskripsi singkat terkait trending topic.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa orang-orang tidak bisa memilih apa yang Facebook tambahkan ke bagian trending. Hal itu senada dengan apa yang dikatakan oleh laporan tersebut, "Itu dilakukan secara otomatis oleh algoritma. Mereka hanya bisa memilih judul."

sumber : liputan6.com

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Jaringan Terbuka Pi Akan Diluncurkan 20 Februari 2025

  Pelopor, Jaringan Pi akan resmi beralih ke periode Jaringan Terbuka Mainnet pada  pukul 8:00 UTC tanggal   20 Februari 2025  ! Sebagai hasil kerja keras dan komitmen dari seluruh komunitas Pi selama enam tahun terakhir, komunitas Pi mengambil langkah besar berikutnya dalam mencapai  visi  Pi tentang ekosistem peer-to-peer dan pengalaman online paling inklusif di dunia, yang didorong oleh Pi, token asli dari Pi Network Kami telah mencapai 10,14 juta migrasi Mainnet, melampaui target awal 10 juta, berkat peningkatan yang diumumkan pada  pembaruan linimasa  terakhir , dan Pi siap membuka ekosistem berbasis utilitas tempat lebih dari 19 juta Pionir kami yang identitasnya terverifikasi kini dapat menggunakan Pi—mata uang kripto yang didukung fungsi dan aplikasi dunia nyata.  Pada hari peluncuran, nantikan informasi lebih lanjut tentang Open Network! Untuk saat ini, mari kita lihat kembali perjalanan Pi, apa yang diharapkan pada peluncuran Open N...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...