Skip to main content

Bawa Sabu 4 Kg, TKI RK Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal angkat bicara soal RK, eks TKI yang bekerja di Macau. Buruh migran Indonesia tersebut kini terancam hukuman mati di Malaysia.

Iqbal menjelaskan, RK sejak 9 Juli 2013 ditahan oleh otoritas Malaysia. Dia diciduk karena dituduh mengedarkan narkotika jenis methamphetamine atau sabu seberat lebih kurang 4 kilogram. Menurut hukum Malaysia, RK saat ini terancam dihukum mati.

"Yang bersangkutan ditangkap karena menyimpan narkotika dalam tas/koper saat masuk ke Penang, Malaysia," ucap Iqbal kepada Liputan6.com pada Rabu 6 Januari 2016.

Sejak awal kasus RK bergulir, perwakilan pemerintah RI di Negeri Jiran segera bertindak. Sejumlah tindakan hukum diambil demi menyelamatkan RK dari eksekusi mati.
"KJRI Penang telah melakukan pendampingan serta menunjuk Retainer Lawyer, untuk memberikan bantuan dan pendampingan hukum terhadap kasus RK," papar dia.

Iqbal menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan, yaitu mengupayakan kehadiran saksi yang meringankan. Saksi tersebut adalah rekan RK (IW).

Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu. IW menyebut dirinya tak mau bersaksi untuk meringankan hukuman TKI tersebut.

"KJRI juga berusaha meminta kesediaan yang bersangkutan menjadi saksi di pengadilan Malaysia, namun IW menolak untuk menjadi saksi," tutur dia.

Meski mendapat tantangan, Iqbal memastikan KJRI Penang tak habis akal. Mereka masih punya cara lain yang dinilai jitu demi membebaskan RK dari vonis mati.

"KJRI Penang juga berkoordinasi dengan Direktorat PWNI dan Polda NTT untuk mendapatkan keterangan dari seorang WNI (ES) yang diduga sebagai orang yang menyuruh RK untuk membawa koper dimaksud. Sebagai informasi, ES saat ini sudah ditangkap dan ditahan di LP Atambua," beber dia.

"Berdasarkan permintaan KJRI tersebut polda NTT telah memberikan rekaman yang memuat keterangan ES terhadap kasus RK," sambung Iqbal.

Saat ini kasus RK tengah diproses di Mahkamah Tingkat Tinggi Malaysia. Sidang lanjutan akan dilaksanakan pada 26 Januari mendatang.

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Cerita Habibie ditawari WN Jerman dan Prabowo tolak WN Yordania

Tidak semua tawaran dan iming-iming untuk pindah status kewarganegaraan langsung diterima. Salah satu faktor utamanya adalah nasionalisme terhadap Tanah Air dan mengabdi bagi bangsa dan negara. Begitulah kira-kira kamus pemikiran Mantan Presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dan Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Indonesia memang melarang warga negaranya memiliki dua kewarganegaraan. Jika melanggar, orang tersebut kehilangan status sebagai warga negara Indonesia. BJ Habibie menjadi satu sosok kebanggaan Indonesia sampai sekarang. Yang paling mencolok adalah jasanya dalam membangun sumber daya manusia. Sehingga Indonesia mampu menciptakan pesawat untuk kali pertama. Kecerdasan, totalitas dan tanggung jawab terhadap negara rupanya tidak hanya kelihatan saat dia di Indonesia. Sebelum Indonesia sadar akan potensinya, Habibie sudah beberapa kali ditawari oleh beberapa negara lain untuk menggalakkan teknologi pesawat terbang. Tawaran pertama datang datang dari Jerma...
Ingin Berhenti Merokok, Pria Ini Mengunci Kepalanya dalam Sangkar   Seorang pria yang tak diketahui namanya di Turki, mempunyai trik khusus dalam menghadapi bulan Ramadhan. Pria yang satu ini mengaku perokok berat. Sehari, ia bisa menghabiskan paling tidak 40 batang rokok. Dilansir dari Singaporeseen, Selasa (23/06/2015), agar kuat berpuasa tanpa tergoda untuk merokok, pria tersebut pun mengunci kepalanya dalam sebuah kandang atau sangkar yang biasa digunakan oleh burung. Tak hanya itu, ia meminta sang istri memegang kunci gembok sangkar agar ia tak bisa sembarangan membuka sangkar di kepalanya. Meski terbilang unik, kenyataannya banyak yang menyukai idenya tersebut. Foto yang diunggah di Facebook tersebut bahkan telah dibagikan lebih dari 16.000 kali. (sul) sumber :  http://citizen6.liputan6.com/read/2257648/ingin-berhenti-merokok-pria-ini-mengunci-kepalanya-dalam-sangkar