Skip to main content

Terungkap, keluarga kerajaan Saudi suka narkoba dan main judi



Sebuah film yang akan mengungkap rahasia kehidupan keluarga Kerajaan Arab Saudi kini tengah dibuat. Film itu berdasarkan klaim dari perempuan Palestina bernama Janan Harb, 68 tahun, yang mengaku dia adalah istri simpanan mendiang Raja Fahd bin Abdulaziz al-Saud.

Harb adalah perempuan Kristen yang setelah dipaksa masuk Islam pada 1968 saat usianya 20 tahun, menikah dengan Fahd, 47 tahun. Fahd ketika itu adalah pangeran Saudi pewaris takhta kerajaan.

Tapi keluarga kerajaan tidak suka dengan Harb dan pada 1970 dia dipaksa keluar dari Saudi setelah adik Fahd, Salman, raja Saudi saat ini, menyuruh kakaknya menyingkirkan Harb dan keluarganya.

Harb yang kini tinggal di London, Inggris, mengatakan Fahd ketika itu berjanji akan tetap menafkahi dirinya. Tapi Harb kemudian menuding anak Fahd Pangeran Abdulaziz bin Fahd menolak memberikan hak dia atas uang senilai Rp 237 miliar dan dua flat di London.

November tahun lalu Harb akhirnya menang di pengadilan dan Abdulaziz diharuskan membayar apa yang menjadi hak Harb selama ini meski Abdulaziz masih bisa mengajukan banding hingga Maret tahun ini, seperti dilansir Middle East Eye, Rabu (27/1).

Harb kemudian bersedia menjual kisah hidupnya kepada konsultan media Damien McCrystal yang mengatakan dana sudah disiapkan buat memproduksi film yang akan membeberkan rahasia kehidupan keluarga Kerajaan Saudi yang selama ini dikenal amat tertutup.

McCrystal menuturkan kepada Middle East Eye, trailer film itu kini sedang dalam tahap pengambilan gambar di sebuah negara di Afrika Utara. Dia mengatakan cuplikannya akan dirilis akhir Februari nanti dalam bahasa Inggris dan Arab.

Dalam cuplikan itu akan diperlihatkan kebiasaan Fahd yang suka main judi di kelab kasino di London. Pada bagian lain akan dikisahkan juga Fahd menyuntikkan narkoba kepada dirinya sendiri. Harb juga menuturkan dalam cuplikan itu dia mengungkapkan telah dipaksa melakukan aborsi tiga kali karena Fahd tidak mau "arafat-arafat kecil berkeliaran di istana kerajaan". Arafat adalah nama dari mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat.

Pengakuan kontroversial Harb ini tentu akan memicu perdebatan di Saudi yang selama ini mengagumi sosok Fahd sebagai raja pada periode 1982-2005.

Film yang akan dibuat oleh sutradara Inggris Malcol Walker ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 98 miliar hingga Rp 296 miliar.

Selain menguak sisi pribadi kehidupan mendiang Raja Fahd, film ini juga akan menampilkan sosok raja Saudi saat ini, Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Harb mengatakan dia mengenal Salman ketika masih tinggal di istana bersama Fahd.

"Dia bukan termasuk orang yang ramah. Saya menyebutnya 'Si Jagal dari Riyadh' karena dia banyak mengeksekusi orang," kata Harb.

Dalam film ini juga Harb berkomentar soal putra Fahd, pangeran Abdulaziz.

Harb menyebut Abdulaziz sebagai pangeran yang tidak tahu malu.

Pengadilan New York pada 2012 mengungkapkan Abdulaziz memiliki harta properti senilai USD 1 miliar dan mengoleksi sejumlah kapal pesiar mewah.

Harb mengatakan tiap kali Abdulaziz bepergian ke luar negeri dia membawa rombongan seratus orang dan menghabiskan uang sedikitnya USD 6 juta dalam sepekan untuk gaya hidupnya.

Buku autobiografi Harb yang mengisahkan secara lengkap tentang kehidupannya sebagai istri simpanan Fahd akan diterbitkan akhir tahun ini. Namun filmnya belum diumumkan kapan akan dirilis.

Cerita Harb ini tentu bisa membuat kerajaan Saudi berang.

Ketika Middle East Eye menghubungi jurnalis Jamal Khashoggi, mantan penasihat keluarga kerajaan, untuk meminta komentar, dia hanya mengatakan, "Saya lebih baik tidak berkomentar soal cerita gosip macam itu."

Saat ditanya apakan dia khawatir akan reaksi Arab Saudi terhadap ceritanya, Harb mengatakan dia tidak takut.

"Saya orang Palestina, saya tidak takut."

sumber : http://www.merdeka.com/dunia/terungkap-keluarga-kerajaan-saudi-suka-narkoba-dan-main-judi-splitnews-2.html

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Cerita Habibie ditawari WN Jerman dan Prabowo tolak WN Yordania

Tidak semua tawaran dan iming-iming untuk pindah status kewarganegaraan langsung diterima. Salah satu faktor utamanya adalah nasionalisme terhadap Tanah Air dan mengabdi bagi bangsa dan negara. Begitulah kira-kira kamus pemikiran Mantan Presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dan Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Indonesia memang melarang warga negaranya memiliki dua kewarganegaraan. Jika melanggar, orang tersebut kehilangan status sebagai warga negara Indonesia. BJ Habibie menjadi satu sosok kebanggaan Indonesia sampai sekarang. Yang paling mencolok adalah jasanya dalam membangun sumber daya manusia. Sehingga Indonesia mampu menciptakan pesawat untuk kali pertama. Kecerdasan, totalitas dan tanggung jawab terhadap negara rupanya tidak hanya kelihatan saat dia di Indonesia. Sebelum Indonesia sadar akan potensinya, Habibie sudah beberapa kali ditawari oleh beberapa negara lain untuk menggalakkan teknologi pesawat terbang. Tawaran pertama datang datang dari Jerma...
Ingin Berhenti Merokok, Pria Ini Mengunci Kepalanya dalam Sangkar   Seorang pria yang tak diketahui namanya di Turki, mempunyai trik khusus dalam menghadapi bulan Ramadhan. Pria yang satu ini mengaku perokok berat. Sehari, ia bisa menghabiskan paling tidak 40 batang rokok. Dilansir dari Singaporeseen, Selasa (23/06/2015), agar kuat berpuasa tanpa tergoda untuk merokok, pria tersebut pun mengunci kepalanya dalam sebuah kandang atau sangkar yang biasa digunakan oleh burung. Tak hanya itu, ia meminta sang istri memegang kunci gembok sangkar agar ia tak bisa sembarangan membuka sangkar di kepalanya. Meski terbilang unik, kenyataannya banyak yang menyukai idenya tersebut. Foto yang diunggah di Facebook tersebut bahkan telah dibagikan lebih dari 16.000 kali. (sul) sumber :  http://citizen6.liputan6.com/read/2257648/ingin-berhenti-merokok-pria-ini-mengunci-kepalanya-dalam-sangkar