Skip to main content

Desa Penglipuran Salah Satu Desa Terbersih di Dunia

Kebanyakan tempat indah dan cantik di Indonesia, kalau sudah jadi tempat wisata biasanya akan berubah jadi kotor gara-gara pengunjung yang tidak bisa menjaga kebersihan. Tapi, berbeda dengan desa Penglipuran yang ada di Bali. Desa kecil ini menjadi tempat favorit para wisatawan karena tempatnya yang bersih, indah, dan kehidupan tradisional yang terjaga. 
 
Ada sekitar 200 rumah bergaya tradisional di desa Penglipuran yang berderet rapi di jalanan menanjak. Jalanan dibuat dari batu alam dan banyak tumbuh bunga warna-warni di sekitar desa tersebut. Motor dan mobil juga dilarang masuk ke dalam wilayah desa sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot.
Sebenarnya yang mendapatkan manfaat dari lingkungan yang bersih adalah diri kita sendiri. Namun kebanyakan orang sulit sekali menerapkan disiplin untuk menjaga kebersihan ini dan tidak mau repot membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan. Padahal dengan lingkungan yang bersih, masyarakat juga bisa hidup dengan lebih sehat. Jadi, kenapa masih banyak alasan untuk tidak menjaga kebersihan?
Belakangan ini kota Malang semakin populer. Ada banyak tempat, peristiwa dan hal-hal menarik yang tidak cuma magnetis bagi pendatang, tapi juga oknum-oknum yang mau memanfaatkan kesempatan dan ‘keluguan’ kita di tengah keramaian.
Nah, baru-baru ini ada sebuah kasus penipuan yang mungkin akan bikin kamu dan Anda yang sering ke mall, perlu meningkatkan kewaspadaan. Saat ini Malang punya banyak pusat perbelanjaan seperti Malang Olympic Garden, Malang Town Square atau Malang City Point, yang tidak hanya didatangi untuk belanja beberapa kebutuhan, namun juga sebagai tempat untuk hangout buat anak-anak muda dan pendatang.
Kejadian ini berlangsung di MOG (Mall Olympic Garden), kebetulan korbannya adalah ibu muda bernama Dewi, yang didekati seorang pria berlogat Melayu dengan modus bertanya tentang alamat museum purbakala. Pria ini ingin mengembalikan benda purbakala yang konon adalah batu Nabi Sulaiman. Coba bayangkan, bagaimana bisa benda sepenting itu dibawa ke Mall?

suber artikel : sumber1; sumber2
 

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...