Skip to main content

Presiden Jokowi beri kuliah umum di UNS pagi ini

Presiden Joko Widodo dijadwalkan memberi kuliah umum pada Sidang Senat Terbuka Dalam Rangka Lustrum ke-8 Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), pagi ini, Jumat 11 Maret 2016. Usai memberikan kuliah umum, Presiden akan melanjutkan kunjungan kerja di Waduk Gondang, Kecamatan Kerja, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Di waduk ini, Presiden akan disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono," ujar Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana melalui pesan singkat kepada wartawan, Jakarta, Jumat (11/3).

Dia menjelaskan, Waduk Gondang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan sebagai pengendali banjir di wilayah Karanganyar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Waduk Gondang berfungsi untuk menambah pasokan air baku di Kabupaten Karanganyar dan Sragen.

Selama ini daerah irigasi sepenuhnya mengandalkan pasokan air dari Sungai Bengawan Solo sehingga setiap musim kemarau tiba pasokan air akan berkurang dan menimbulkan kekeringan dan gagal panen. Waduk Gondang direncanakan memiliki volume tampung total 10 juta m3 untuk mengairi daerah irigasi seluas 4.680 hektar, dan pasokan air baku sebesar 200 liter/detik yang digunakan untuk budidaya perikanan dan pariwisata.

Menteri PU dan Perumahan Rakyat saat meninjau pembangunan waduk ini pada Desember 2015 mengatakan, "Proyek infrastruktur yang bersumber dari APBN ini akan rampung lebih awal pada tahun 2017 dan sudah bisa dimanfaatkan."

Usai meninjau Waduk Gondang, Presiden dan rombongan akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dan diperkirakan tiba pada petang hari di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...