Skip to main content

RENCANA PEMBANGUNAN DESA SAMUDRA TAHUN 2016 BERSUMBER DARI DANA BANTUAN KHUSUS KABUPATEN BANYUMAS


Sebelum menuliskan tempat mana saja yang mendapatkan Bantuan Khusus dari Kabupaten Banyumas pada Tahun 2016 yang berada di Desa Samudra ada baiknya kita tau dahulu tentang Bantuan Khusus itu apa? Bantuan Khusus dari Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk Desa Samudra adalah Bantuan yang bersifat khusus dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Desa dan sesuai dengan prioritasskala Kabupaten. 
Pada tahun 2016 ini Kepala Desa telah berupaya untuk mendapatkan Bantuan Khusus dari Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui jalur aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan akan memperoleh sebesar Rp 780.000.000 (tujuh ratus delapan puluh juta rupiah) yang terbagi menjadi beberapa tempat pembangunan. 
Berikut adalah lokasi yang mendapatkan Bantuan Khusus dari Pemerintah Kabupaten Banyumas memalui jalur aspirasi DPRD Kabupaten Bnayumas : 
1. Pengaspalan Jalan Lingkungan Grumbul Bribis;
2. Pengaspalan Jalan Lingkungan Grumbul Renggong; 
3. Pengaspalan Jalan Lingkungan RT 04, 08 Wilayah Kadus VII;
4. Pembangunan Talud dan Drainase RT 006 RW 007;
5. Pembangunan Pengaspalan Jalan RT 004 RW 008;
6. Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni.
demikian adalah lokasi yang mendapatkan Bantuan Khusus dari Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Pemerintah Desa Samudra. 
Dalam pelaksanaan pembangunan yang di danai oleh Bantuan Khusus dari Pemerintah Kabupaten Banyumas tidak semuanya sesuai dengan rencana yang telah kita rencanakan di Sekretariat Pemerintah Desa Samudra dikarenakan Bantuan Khusus Kabupaten ini disesuaikan oleh alokasi dana yang ada di Kabupaten Banyumas. 
Sekian terima kasih 
MERDEKA!
 

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...