Pemerintah
negara bagian Uttarakhan, India
menggelar sebuah misi unik yaitu
mencari herba mitologi yang mampu
membangkitkan orang mati.
Sejumlah pejabat negara bagian
Uttarakhand sangat yakin bahwa
sanjeevani booti, tumbuhan yang
digunakan Hanuman untuk
menghidupkan kembali Laksmana
benar-benar ada.
Khasiat tumbuhan ini dikisahkan dalam
epos kuno Ramayana dan beberapa
orang sangat yakin tumbuhan ini
tersembunyi di antara ribuan tumbuhan
asli pegunungan Himalaya.
"Kami sangat yakin tumbuhan ini
benar-benar ada di kawasan Chamoli,
Uttarakhand. Namun, kami butuh dana
dan para pakar untuk menjalankan riset
ini," kata Surendra Singh Negi, Menteri
Pengobatan Alternatif Uttarakhand.
Surendra mengatakan, permohonan
resmi untuk meminta bantuan sumber
daya untuk mencari tanaman ajaib ini
segera dikirim ke pemerintah pusat di
New Delhi.
Keberadaan sanjeevani booti, yang
menurut teks Ramayana ditemukan di
kawasan terpencil sebuah pegunungan
ini, sudah lama menarik minat para
pakar tumbuhan India.
Institut Botani Nasional India bahkan
sudah melakukan pengujian terhadap
selaginella bryopteris, sebuah tanaman
yang secara tradisional digunakan
untuk menangani sejumlah kondisi
kesehatan termasuk penyakit kuning.
Tumbuhan ini memiliki kemampuan unik
yaitu "mati" selama musim panas
sebelum kembali berbunga hijau terang
di musim hujan, semakin meyakinkan
banyak orang bahwa tumbuhan ini
adalah tumbuhan mitologi, sanjeevani.
Pada 2014, para ilmuwan di Kashmir
mengklaim bahwa sebuah tanaman
bernama rhodiola memiliki fungsi
pengobatan unik.
Tanaman ini mampu membantu para
tentara untuk beradaptasi di
lingkungan dengan oksigen tipis.
Penemuan tanaman ini sempat memicu
spekulasi bahwa pencarian sanjeevani
sudah berakhir.
Namun, fokus ke distrik Chamoli di
Uttarakhan muncul setelah sebuat tim
yang didukung Swami Ramdev, seorang
guru yoga ternama di India, mengklaim
pernah menemukan tanaman itu pada
2008.
Ilmu pengobatan ayuverdi, bersama
dengan ilmu kesehatan kuno India
seperti yoga dan homoeopati, kembali
mendapat tempat di saat pemerintah
India dikelila partai BJP yang beraliran
Hindu nasionalis.
Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...
Comments
Post a Comment