Skip to main content

Mulai Malam Ini, Ayo Berburu Tiket Kereta Api Mudik!

Tanggal 2 - 6 April 2016, penjualan tiket kereta mudik untuk keberangkatan H-5 sampai H-1 lebaran akan dibuka. Berarti, perburuan tiket kereta api mudik juga akan dimulai. Biasanya, keterbatasan tiket jadi masalah utama yang biasa ditemui oleh para pemudik, khususnya bagi para calon pemudik yang menggunakan transportasi Kereta Api.
Selain antrian yang lama dan tidak praktis, kurangnya informasi dan keterlambatan waktu pemesanan juga menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan calon pemudik tidak bisa mendapatkan tiket kereta.
Sebagai pelopor online travel agent terbesar di Indonesia dan merupakan partner resmi online No. 1 PT. KAI, Tiket.com memberikan solusi bagi calon pemudik yang ingin berangkat menggunakan kereta api. Tiket.com menghadirkan sistem pemesanan online yang bisa Anda akses melalui website, mobile web, dan aplikasi smartphone sehingga pemesanan tiket bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. 
Tidak hanya nyaman dan bebas antri, Tiket.com juga menyediakan berbagai macam metode pembayaran yang lengkap untuk memudahkan calon pemudik melakukan pembayaran mulai dari transfer antar bank, ATM, e-pay, hingga kartu kredit. Tiket.com juga memiliki layanan customer service 24 jam yang siap memberikan pelayanan maksimal Anda yang berburu tiket kereta api.
Bukan cuma itu, Tiket.com juga memberikan diskon s/d Rp 30.000. Jadi, siapkan diri Anda untuk berburu promo tiket kereta mudik mulai malam ini tepat pukul 00.00 WIB, dan pastikan perjalanan mudik Anda aman dalam genggaman.
Dengan Tiket.com mudik jadi semakin lengkap, hemat, tinggal berangkat!
Pengen beli secara online klik disini

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...