Skip to main content

Pakai box makanan, jutaan 'Pil Jin' diselundupkan ke Banjarmasin

Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin, mengamankan belasan juta butir obat ilegal daftar G jenis Carnophen dan Dextro ydi Pelabuhan Trisakti wilayah setempat. Polisi masih menyelidiki siapa pemilik dan mau dikirim ke mana belasan juta butir obat yang dikenal dengan sebutan "Pil Jin" itu.

"Kasus ini terus kami dalami untuk mengetahui siapa pemilik belasan juta butir obat ilegal ini yang dikirim melalui jalur laut dari Semarang, Jawa Tengah," kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Wahyono seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/4).

Dia menjelaskan, penyitaan terhadap 11.720.000 butir obat daftar G ilegal itu dilakukan pada Selasa (5/4) dini hari di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Belasan juta butir obat ilegal itu dimasukan ke dalam truk fuso dan dikemas secara rapi menyerupai box makanan untuk mengelabui petugas.

"Kami dapat informasi kedatangan obat tersebut lalu saat kapal sandar di pelabuhan langsung dilakukan pemeriksaan dan ditemukan belasan juta butir obat ilegal itu," tutur Wahyono.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu menambahkan, rincian barang bukti yang diamankan itu di antaranya 1.366 boks Zenith (Carnophen) sebanyak 7.320.000 butir dan 44 box Dextromethophan sebanyak 4.400.000 butir.

"Ini merupakan kiriman terbanyak di wilayah Kalsel dan kasusnya terus kami dalami dan ada dua orang (Sopir dan kernet truk) yang diamankan untuk diperiksa," ucapnya.

Identitas sopir truk fuso dengan nomor polisi H 1579 MS itu diketahui bernama Rizal (33) dan kernet bernama Rizki (28). Keduanya warga Tambak Mulyo, Semarang JawaTengah.

"Hasil pemeriksaan sopir dan kernet tidak mengetahui kalau barang yang mereka antar rupanya obat ilegal, dan mereka hanya disuruh mengantar ke Banjarmasin tanpa mengetahui isi yang ada di truk fuso tersebut," tandasnya.

Sumber : disini

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...