Skip to main content

3 Ramalan Mengerikan Tentang Indonesia di Masa Depan


Apakah Anda tahu bahwa ada 3 ramalan mengerikan tentang Indonesia yang memprediksi keadaan Negara kita tercinta di masa depan? Boleh percaya boleh tidak, tapi coba simak beberapa ramalan tersebut di bawah ini!
1. Ramalan Jayabaya
Prediksi Jayabaya ternyata cukup akurat selama ini, mulai dari ramalan tentang runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa di Indonesia dan juga naik turunnya para pemimpin yang dibagi menjadi tiap 100 tahun sejarah. Contohnya saja, ramalan yang cukup akurat tentang Presiden Soekarno yang diramalkan pada periode Kala-Sumbaga dari tahun 1901 s.d 2000. Pada ramalan tersebut, beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang mengenakan kopiah berwarna hitam (kethu bengi), seorang yang yatim, dan bergelar serba mulia dimana sangat cocok dengan Presiden kita tersebut sebagai pemimpin besar revolusi Indonesia. Jayabaya juga akurat meramalkan tentang naik dan turunnya Presiden Soeharto serta Presiden Habibie. 
Ramalan mengerikan Jayabaya adalah tentang tenggelamnya pulau Jawa di Indonesia yang telah disampaikan berabad-abad lalu oleh Raja Kediri itu. Intinya, pulau Jawa akan mengalami kehancuran setelah 100 tahun perang Sabil. Dan hal ini banyak dipercayai orang akan terjadi mengingat banyaknya gempa yang terjadi akhir-akhir ini membuat penyangga pulau mulai rapuh, hal tersebut juga dilihat dari hukum Geologis dimana bumi bisa mengalami pergeseran sewaktu-waktu karena gempa atau letusan gunung berapi. Anda sendiri, apakah percaya dengan ramalan tersebut?
2. Juan Paul Valdez
Juan Paul Valdez meramalkan bahwa ada Negara padat penduduk di bawah garis tengah, banyak yang menduga yang dimaksud adalah Indonesia akan mengalami revolusi besar 20 tahun setelah peperangan besar. Saat revolusi pertama, akan ada 500.000 orang yang bukan penduduk asli situ mati serta 25 orang wanita diperkosa, lalu pada revolusi kedua ada 500 orang mati yang bukan penduduk asli situ dan 250 wanita diperkosa. Terakhir, revolusi ketiga aka nada 500.500 orang bukan penduduk asli situ mati dan 2500 wanita diperkosa.
Ramalan mengerikan tetang masa depan Indonesia lainnya yang disampaikan seperti bersatunya Indonesia dengan Malaysia setelah dijajah oleh Negara raksasa. Karena penjajahan tersebut, 21 juta penduduk yang sebagian besar asal Indonesia akan terbunuh dan juga penyakit-penyakit mulai menyebar yang disemburkan oleh burung besi. Lalu akan ada revolusi keempat untuk mengeluarkan penjajah secara damai dan juga akan ada pemimpin-pemimpin baru.
3. Cepot-Repot-Kolot
Ramalan ini dibagi menjadi 3 masa, yaitu:
1. Masa Cepot (2010 s.d 2020)
Negara Indonesia sedang berada di masa transisi dan terjadi krisis identitas kebangsaan dimana Indonesia sedang berada di dua ideologi yang saling tarik menarik. Pada masa ini akan banyak peristiwa besar yang tidak hanya menimpa Indonesia tapi juga Negara dunia lain mengenai isu terorisme serta perang pendapat di segala bidang.
2. Masa Repot (2020 s.d 2050)
Disebut masa Repot bagi Indonesia karena Negara kita akan mengalami benturan kepentingan antar kelompok. Dan diprediksi akan terjadi perang saudara besar dan masa ini juga ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh baru yang memiliki pikiran Neo-liberalisme dan juga Neo-Islam.
3. Masa Kolot (2050 s.d 2850)
Merupakan masa keemasan dimana hanya akan ada 1 pemimpin, 1 wilayah dunia, 1 undang-undang, dan 1 pemerintahan. Fase-fase kritis yang ada di Indonesia sudah melebur dengan permasalahan dunia. Lalu akan terjadi Armageddon pada masa pasca 2850 dan manusia akan kembali ke jaman batu pada masa-masa tersebut.

Itulah 3 ramalan mengerikan tentang Indonesia yang boleh Anda percayai atau tidak.
sumber artikel : disini

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...