Skip to main content

Kasus Aneh, Perempuan China Ini Melahirkan 'Adik Iparnya'

Ilustrasi

Kasus tak biasa terjadi di Hubei, Tiongkok. Seorang perempuan melahirkan seorang anak laki-laki sekaligus adik iparnya sendiri.

Seperti dikutip dari AsiaOne, Sabtu (16/4/2016), hal tersebut dimungkinkan karena perempuan tersebut dihamili oleh mertuanya sendiri. Ia mengaku sebagai korban pemerkosaan.

Di sisi lain, pelaku mengaku, ia melakukan hal tersebut agar korban bisa hamil dan memberikan cucu untuk keluarga besarnya.

Kasus yang rumit tersebut berawal pada 2010 lalu. Saat itu, keluarga mengetahui bahwa suami perempuan tersebut tak bisa memberikan keturunan alias impoten.
Namun, ibu pria tersebut sangat menginginkan cucu. Ia diduga memaksa menantunya berhubungan seksual dengan pria lain.

Merasa diperlakukan dengan tidak hormat, perempuan tersebut kemudian kabur hingga Guangdong. Di sana ia mendapatkan pekerjaan.

Ayah mertua yang mengaku tak setuju dengan pemaksaan yang dilakukan istrinya, menysusul ke Guandong, berusaha membawa pulang sang menantu.

Pria paro baya itu menjanjikan bahwa menantunya itu tak akan lagi dipaksa berhubungan seksual dengan orang asing.

Namun, apa yang dilakukannya sungguh keterlaluan. Ia diduga memerkosa menantunya di sebuah hotel di dekat stasiun kereta, demikian dilaporkan South China Morning Post. Akibat insiden tersebut, korban hamil.

Berdasarkan laporan, pelaku mengaku korban menggodanya. Ia juga mengklaim meneruskan hubungan terlarang itu hingga bertahun-tahun.

Untuk menyelesaikan kasus yang rumit tersebut, pihak keluarga pun memilih jalur hukum.

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...