Balai Konservasi Borobudur
baru-baru telah mengumumkan
kepada para pengunjung untuk
tidak pegang dan injak stupa
yang ada di Candi Borobudur.
Hal tersebut dikarenakan untuk
mencegah kerusakan dari salah
satu warisan budaya dunia
Menurut Kepala Humas Balai
Konservasi Borobudur, Mura
Aristina yang mengatakan mulai
kini para petugas keamanan
akan selalu memberikan
peringatan bahkan dengan
pengerasn suara kepada para
pengunjung agar tidak pegang
dan injak stupa.
Karena selama ini banyak bukti
jika Pegang Dan Injak Stupa
dapat mengakibatkan kerusakan.
Hal tersebut lantaran stupa
yang terbuat dari batu, jika
lama-lama dipegang serta
diinjak pasti akan mengalami
keruskan.
Mura mengatakan ada sanksi
khusus bagi para pengunjung
yang diketahui pegang dan injak
stupa.
Larangan yang di tegaskan ini
dilakukan untuk menumbuhkan
kesadaran pengunjung agar ikut
serta menjaga kelestarian Candi
Borobudur.
Adapun kerjasama ini juga
melibatkan pihak UNESCO dan
Dinas Pariwisata sebagai bentuk
pelestarian warisan budaya.
Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...
Comments
Post a Comment