Skip to main content

Ziaroh


Maqom Mbah Shomad Jombor
Bersantai selepas Ziaran
Ternyata begitu banyak manfaat yang bisa didapat dari ziaroh itu sendiri, dimulai dari yang langsung terlihat nyata dan kasap mata. Persaudaraan terutama sangat terasa ketika kita disatukan dalam sebuah kegiatan saling berbagi saling mengisi.
Belum saya isi tahun baru 2017 dengan kegiatan yang berbau keagamaan yang menyejukan iman walau pada malam pergantian tahun di desaku pemuda dan pemudi yang tergabung dalam karang taruna mengadakan acara pengajian umum namun dalam keadaan berbeda dan berkata lain sehingga diriku tak bisa mrnghadiri kegiatan itu, sehingga diriku memutuskan untuk berwisata religi dengan ziaroh, singkat cerita q ajak temanku yang punya mobil untuk acara tersebut tanpa pikir panjnang terdengar ucapan ok siap hingga terputuskan berangkat.
Pagi itu hari sabtu tanggal 14 januari tahun 2017 sudah bersiap siap untuk ziaroh ke beberapa tempat dengan tujuan utama ziaroh di makom syech Panjalu di situ lengkong, mungkin saya tidak akan banyak cerita akan hal itu namun ada suatu kejadian yang begitu menarik untuk saya angkat sebagai sebuah cerita.
Dimulai dari ziaroh ke maqom Mbah Sapu Jagad Pekuncen berlalu ke Mbah Abu Shomad Cilongok dan ke Maqom Syech Maqdum Wali, nah sebelum saya dan rombongan tiba di maqom Syech Maqdum Wali kami berhenti untuk makan di warung barokah karang kemiri, kami makan mengambil sendiri sesuai porsi masing masing dan dengan lahapnya kami selesai makan setelah itu biasa kami berhitung dan tung (iuran) untuk membayar mskanan tersebut tapi apa yang terjadi subkhanalloh ketika uang terkumpul dijawab oleh kasir sudah dibayar semuanya sama orang itu, hah kami tertegun dengan apa yang terjadi dan kami melihat sosok yang sudah sepuh (tua) seorang lelaki dengan senyuman, tak pikir lama kami ucap terima kasih atas semuanya dan Alkhamdulillah tentunya karunia-Nya.
Kisah ini nyata dan sudah dua kali ini kami merasakan hal tersebut dan terjadi di tempat yang berbeda. Itulah karunia Alloh yang tak terduga sebagai bukti bahwa selagi kita di jalan Alloh kita tidak akan merasa susah aminnnnnnnn
Barrokallloh

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...