Skip to main content

PAK HARTO apa yang saya tulis ini benar????

  1. Engkau Disebut Pelanggar HAM
Tpi berkat dirimu indonesia ga ada perang antar suku di kalimantan..ga ada pembantaian di Ambon..ga ada pembakaran masjid di Papua..dll..
Engkau di sebut KEJAM/PEMBUNUH..Tpi berkat dirimu jga Indonesia ga ada sarang TERORIS..ga ada BOM BALI.
Engkau disebut KORUPTOR..Penindas Rakyat..tpi berkat dirimu PETANI Hidup MAKMUR..Indonesia Swasembada Pangan.
Klo Engkau Koruptor hebat selama 32 tahun berkuasa dan seharusnya menjadi orang TerKAYA DiDUNIA.
Engkau di sebut tak ber morral..tpi jamanmu Indonesia ga jdi sarang NARKOBA..ga ada yg berani menyebut pesantren sebagai sarang TERORIS..Dan ga ada yg berani Merendahkan para TKI.
Engkau disebut PENGKHIANAT BANGSA..Tpi sejengkal tanah pun negara lain ga ada yg berani mengganggu..Timor takkan lepas bgitu saja..Kapal Tanker..Indosat..Dan pulau ga akan di jual.
Bagiku Engkau adalah 'MACAN ASIA' dan sampai saat ini ga ada yg bisa sepertimu..yg ada hanyalah silih hujat..silih dengki..silih caci..selalu mencari kambing hitam..fitnah sana sini...blaa..bllaaa..bllaaaaa..!
Semoga Engkau tenang di alam kubur.terima kasih untuk semua atas Karyamu membangun Bangsa ini.

#NKRI HARGA MATI....AKANKAH ADA PENGGANTI SEPERTI DIRIMU..sedih rakyat indonesia..dari MACAN ASIA MNJADI KAMBING SIAP QURBAN.

Comments

Popular posts from this blog

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...

Kisah hebat buruh cuci kuliahkan anak sampai jenjang S3 di Jepang

Profesi sebagai buruh cuci ternyata tak membuat Yuniati yang berusia 49 tahun berkecil hati dalam membiayai kedua anaknya bersekolah. Berpegang pada prinsip bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah nasib, Yuniati bangga anak pertamanya berhasil menempuh pendidikan di Jepang. Satya Chandra Wibawa Sakti yang berusia 29 tahun kini sedang kuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang. Anak pertama Yuniati itu merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Dikti untuk kuliah di jurusan Kimia di Universitas Hokaido pada tahun 2012. Tekad yang kuat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya menjadi dorongan utama Yuniati. Wanita yang bekerja sebagai buruh cuci warga Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul ini rela bekerja keras membanting tulang bahkan hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Yuniati ikhlas menjalani demi pendidikan anak-anaknya. Yuniati punya cita-cita yang mulia, ia tak ingin jika kedua anaknya bernasib sama dengannya. Tidak hidup mengais rezeki...