Skip to main content

Prabowo, Hatimu Terbuat Dari Apa??


Prabowo, Hatimu Terbuat Dari Apa??

Opini Bangsa - Prabowo, Hatimu Terbuat Dari Apa??

Saya kalo lihat foto-foto ini miris sedih dan heran, bagaimana seorang Prabowo mau repot dan disakiti untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Jiwa Patriot dan Nasionalisme yang tinggi. Berapa kali dikhianati oleh anak didiknya dan teman seperjuangannya, tetap saja ikhlas dan berprasangka baik.

Ditikung Mega di Batu Tulis, masih saja memaafkan bahkan lebih beretika saat ketemu padahal di posisi yang dikhianati. Dibully dan dimaki tetap saja tak bergeming.

Mereka yang tak pernah ada dalam peta lalu kau pungut, kau jadikan "orang" dan setelah jadi "orang" malah mengkhianatimu, eh dia-nya ada masalah masih juga mengadu padamu masih juga kau bantu.. Teman satunya lebih pongah, berani menantang dan dengan sombongnya memerangimu lantaran sudah dapat pemodal. Dan kini jeruji besi sudah menanti.

Ingat itu kan pak?? Mungkin kalo aku di posisimu, sudah kutempeleng sambil kuludahi.

Orang yang dulu menyerangmu pun malah kau ambil dan sekarang sudah positif menang PilGub DKI. Kurang ajarnya Anies saat PilPres menyerangmu, setelah Anies didepak Tuannya (Jokowi) bukannya minta tolong ke Tuannya malah kau pungut di sampah dan sekarang jadi Gubernur.

Sungguh aku tak mengerti, terbuat dari apa hatimu? Sudah begitu, masih saja ada segelintir orang-orang pembencimu mengaitkan sama dosa-dosa Orde Baru.

Sumber : disini

Comments

Popular posts from this blog

Jaringan Terbuka Pi Akan Diluncurkan 20 Februari 2025

  Pelopor, Jaringan Pi akan resmi beralih ke periode Jaringan Terbuka Mainnet pada  pukul 8:00 UTC tanggal   20 Februari 2025  ! Sebagai hasil kerja keras dan komitmen dari seluruh komunitas Pi selama enam tahun terakhir, komunitas Pi mengambil langkah besar berikutnya dalam mencapai  visi  Pi tentang ekosistem peer-to-peer dan pengalaman online paling inklusif di dunia, yang didorong oleh Pi, token asli dari Pi Network Kami telah mencapai 10,14 juta migrasi Mainnet, melampaui target awal 10 juta, berkat peningkatan yang diumumkan pada  pembaruan linimasa  terakhir , dan Pi siap membuka ekosistem berbasis utilitas tempat lebih dari 19 juta Pionir kami yang identitasnya terverifikasi kini dapat menggunakan Pi—mata uang kripto yang didukung fungsi dan aplikasi dunia nyata.  Pada hari peluncuran, nantikan informasi lebih lanjut tentang Open Network! Untuk saat ini, mari kita lihat kembali perjalanan Pi, apa yang diharapkan pada peluncuran Open N...

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...