Skip to main content

ALHAMDULILLAH LANANG ANAKKU


Pelajar SD di Surabaya ini Punya Nama Alhamdulillah Lanang Anakku
Alhamdulillah Lanang Anakku. Nama unik ini dimiliki seorang siswa SDN Rangkah VI Surabaya. Meski memiliki nama yang unik, namun siswa kelas VI ini sama sekali tidak minder.

Ela (e lanang anakku) sapaan akrab bocah berusia 13 tahun ini justru termasuk anak yang aktif dan pandai dalam hal pelajaran sekolah serta anak yang penurut.

"Biasa saja tidak ada yang aneh," kata Ela saat ditemui detikcom di SDN Rangkah VI Jalan Kapas Krampung, Rabu (17/5/2016).

Pelajar SD di Surabaya ini Punya Nama Alhamdulillah Lanang Anakku
Anak pertama dari pasangan Yuyun Purnamasari-M Sholeh ini menceritakan sering ditanya oleh guru terkait namanya karena tidak percaya. "Dulu pernah guru agama tanya, benar namamu alhamdulillah. Saya jawab iya dan itu pemberian orangtua saya," ujar penggemar pelajaran IPA ini.

Bocah yang bercita-cita sebagai prajurit TNI AD agar bisa menjaga orangtua dan kedua adiknya. "Biar gagah karena bawa senjata dan bisa menjaga ibu dan adik adik," ungkap Ela.

Ia juga berharap hasil UN nya bagus sehingga bisa masuk SMPN 1 yang diinginkannya untuk meneruskan ke jenjang berikutnya.

Sementara, Yuyun ibu Ela menambahkan, anaknya dikenal penurut dan sayang terhadap kedua adiknya. "Dia anak penurut dan sayang dengan adiknya. Contohnya untuk makan saja apapun yang saya masak selalu bilang enak tidak pernah rewel," kata Yuyun.

Comments

Popular posts from this blog

Jaringan Terbuka Pi Akan Diluncurkan 20 Februari 2025

  Pelopor, Jaringan Pi akan resmi beralih ke periode Jaringan Terbuka Mainnet pada  pukul 8:00 UTC tanggal   20 Februari 2025  ! Sebagai hasil kerja keras dan komitmen dari seluruh komunitas Pi selama enam tahun terakhir, komunitas Pi mengambil langkah besar berikutnya dalam mencapai  visi  Pi tentang ekosistem peer-to-peer dan pengalaman online paling inklusif di dunia, yang didorong oleh Pi, token asli dari Pi Network Kami telah mencapai 10,14 juta migrasi Mainnet, melampaui target awal 10 juta, berkat peningkatan yang diumumkan pada  pembaruan linimasa  terakhir , dan Pi siap membuka ekosistem berbasis utilitas tempat lebih dari 19 juta Pionir kami yang identitasnya terverifikasi kini dapat menggunakan Pi—mata uang kripto yang didukung fungsi dan aplikasi dunia nyata.  Pada hari peluncuran, nantikan informasi lebih lanjut tentang Open Network! Untuk saat ini, mari kita lihat kembali perjalanan Pi, apa yang diharapkan pada peluncuran Open N...

Pengamat: Sanusi Ditangkap KPK, Gerindra Kalah Sebelum Pilgub DKI

Anggota DPRD DKI Jakafrta dari Fraksi Gerindra Mohammad Sanusi tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‎Tersandungnya Sanusi dalam kasus korupsi ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Apalagi Sanusi merupakan salah satu bakal calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra. Ketua Departemen Research dan Consulting Para Syndicate Toto Sugiarto menilai, kasus itu akan sangat merugikan Gerindra dan parpol-parpol lain di Pilkada DKI 2017. Bahkan, dengan tersandungnya satu kader pada kasus korupsi membuat Partai Gerindra sulit berkompetisi merebut kursi DKI 1 pada periode 2017-2022. "Gerindra ini sudah lemas. Kasus ini sangat jelas berdampak besar. Jadi Gerindra ini sudah kalah sebelum bertanding," ucap Toto dalam diskusi bertajuk 'Pilkada DKI: Mencari Alternatif Selain Ahok' di Kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2016). Menurut dia, saat ini figur yang mampu mengalahkan petahana Basuki Tjahaja ...

Arti Nama Indonesia, Nusantara dan Asal-Usulnya

Nama Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu nusa yang berarti “pulau” dan antara yang berarti “luar”. Nusantara digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa). Perkataan Nusantara kita dapatkan dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang diucapkan dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerajaan Majapahit (tahun 1258 Saka/1336 M) yang tertulis di dalam Kitab Pararaton (Raja-raja): Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang , Dompo, ring Bali , Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru...